Chat with us, powered by LiveChat

Sabtu, 01 Desember 2018

Remaja Ini Nyamar Jadi Brimob, Alasan Remaja Ini Buat Gemes Pak Polisi .



Personil Polsek Medan Area mengamankan seorang pemuda yang mengaku sebagai anggota Brimob. Tidak tanggung-tanggung, pelaku berinisial AZKS (16) alias Aldo mengaku sebagai personil Brimob berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Remaja yang merupakan warga Jalan Duyung No 34, Kelurahan Pandau Hulu II, Kecamatan Medan Area,tertangkap basah saat menggunakan seragam Brimob gadungan, Jumat (30/11/2018). Di seragamnya juga terdapat tulisan Detasemen VI, yang diketahui tidak ada di Kota Medan.

Berdasarkan informasi dihimpun, penangkapan itu bermula saat petugas kepolisian Polsek Medan Area yang kebetulan sedang mengamankan aksi unjuk rasa di depan Thamrin Plaza sekitar pukul 10.30 WIB, curiga melihat prilaku pria itu. Dia langsung diamankan.

"Kita amankan pemuda itu, karena setelah ditanyai, pemuda itu mengaku bukan Brimob dan dia menggunakan uniform Brimob karena suka dengan polisi," kata Plh Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Ipda Syamsul Bahri.

Ipda Syamsul menjelaskan bahwa Aldo menggunakan seragam Brimob untuk membela diri dari aksi kejahatan yang sering dialaminya. Jadi menurutnya kalau ada yang hendak berbuat jahat kepadanya, sudah takut duluan karena melihat seragam yang ia kenakan.

"Sampai saat ini belum ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan tindak-tanduk pemuda yang menggunakan seragam Brimob tersebut. Kita masih melakukan penyelidikan dan kalau dalam tempo 1x24 jam ditemukan adanya unsur pidana maka proses akan ditingkatkan," papar Syamsul.

Sementara Aldo tak bisa banyak berbicara saat diinterogasi dari satuan mana ia berasal. Lantaran seragam Brimob dengan terdapat tulisan Detasemen VI yang dikenakannya tidak ada di Kota Medan.

Aldo mengatakan bahwa tujuannya ke salah satu toko di Thamrin Plaza, untuk bertanya dengan salah seorang teman bagaimana cara berkomunikasi yang baik.

"Saya mau jumpai teman agar diberitahu cara berkomunikasi yang baik dengan klien. Supaya bisa memberikan proposal dan sumbangan untuk klenteng," kata Aldo.

Aldo menjelaskan bahwa alasan ia menggunakan seragam Brimob untuk menghindari perampokan yang pernah dialaminya di Kawasan Industri Medan (KIM) II beberapa waktu lalu.

"Saya pernah diganggu di daerah KIM II, jadi saya beli barang teknik seperti Bor, Gergaji dan mesin penghancur lantai. Kemudian saya menjual kembali ke kawasan industri. Pas ada pengantaran dan penagihan di daerah KIM, ketika pulang ada yang mengikuti karena mungkin sudah diketahui saya memegang uang penagihan. Jadi saya dirampok dan menderita kerugian hampir 25 Juta," papar Aldo.

Sebelum paparan di Polsek Medan Area, beberapa kali Aldo seperti meneteskan air mata lantaran ketakutan akan masuk bui. Atas tindak-tanduknya menggunakan seragam Brimob gadungan.

"Saya sudah pernah 2 kali kena rampok dan terakhir menderita kerugian sekitar Rp 25 juta. Makanya saya memakai seragam Brimob ini hanya untuk berjaga-jaga saja," kata Aldo.

Ia menambahkan, bahwa seragam Brimob yang menurut pengakuannya di dapatkan dari salah seorang teman itu, tidak setiap hari digunakannya. Seragam Brimob hanya digunakannya sewaktu pergi ke wilayah KIM Medan menjumpai klien untuk menjual maupun mengambil upah penjualan.

"Jadi tadi saya baru pulag dari KIM dan singgah ke Thamrin Plaza untuk menjumpai teman agar diberitahu cara berkomunikasi yang baik dengan klien. Supaya bisa memberikan proposal dan sumbangan untuk klenteng," ujar Aldo.

Lebih lanjut, Aldo menceritakan bahwa sesungguhnya dia dari kecil memang bercita-cita ingin menjadi seorang Brimob, namun menurutnya hal itu mustahil. Lantaran ada beberapa hal yang menurutnya bakal menghentikan langkahnya menjadi seorang Brimob.

"Cita-cita saya mau jadi polisi tapi mustahil. Satu karena saya asli suku orang chinese. Kedua karena mata saya minus dan sudah minus 400. Makanya saya tidak mungkin jadi polisi," tukasnya.

0 komentar:

Posting Komentar